6. Menjaga Wudhu


Kesucian lahir ditandai dengan berwudhu yg akan mengantarkan manusia kejenjang kesucian yg lebih tinggi, dan untuk berkomunikasi dengan Allah secara vertikal, harus dalam keadaan berwudhu.

Wudhu merupakan tangga pertama untuk melakukan pengembaraan spiritual menggapai kenikmatan melalui sholat, zikir, membaca al Qur’an dsb

Kesucian adalah dasar dalam kehidupan seorang muslim. Allah SWT memuji orang yg suci lahir dan bathin dlm firmanNya:”Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri (QS Al Baqarah 2:222).

Dalam kehidupan umat islam, terkadang banyak orang yang mengaku beragama islam akan tetapi mereka jauh sekali dari akhlak dan ajaran yang dibawa oleh Rosulullah saw. Ngakunya orang muslim, tetapi banyak dari kita yang suka mengejek bahkan mencela agamanya sendiri. Bahkan sampai melakukan syariat yang menyimpang, naudzubillah . disini saya akan mengajak kita sebagai umat islam untuk terus berupaya meningkatkan ibadah kita kepada Allah swt, sebelum datang suatu waktu yang mana waktu itu tidak bisa menyelamatkan kita dari adzab Allah swt selain amalan kita.

Ada beberapa sunnah Rosulullah saw yang dapat menghapuskan kita dari dosa dosa, dan meninggikan derajat kita disisi Allah swt. Disini saya hanya akan menjelaskan tentang wudhu, yaitu : Wudhu Yaitu dengan cara memanjangkan wudhu kita pada waktu yang mana kondisi waktu itu sangat sekali membuat kita malas untuk berwudhu. Contohnya ketika dalam keadaan dingin, susah sekali kita untuk melakukan wudhu namun apabila kita melihat lagi kepada keutamaannya maka sungguh hal ini sangat dianjurkan sekali.

 Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rosulullah saw berkata : maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang mana Allah swt akan menghapus dosa kita, dan mengangkat derajat kita? mereka menjawab : tentu ya Rosulullah , lalu Rosul berkata : memanjangkan wudhu dalam keadaan yang kita tidak sukai, dan memperbanyak langkah ke mesjid mesjid, dan menunggu waktu sholat setelah sholat sunnah, maka itu adalah keuntungan, maka itu adalah keuntungan.

Dari hadist diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Rosulullah saw dalam suatu kesempatan memberitahu kepada umatnya untuk menjaga sunnah yang tiga ini yang fungsinya menghapuskan dosa dosa kita, yang pertama yaitu Wudhu, Al Quran telah menjelaskan akan hal ini, didalam firman Allah swt : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur

Kata ( Membersihkan ) yaitu meliputi kebersihan badan dari kotoran dan kebersihan hati/batin dari dosa dan kesalahan. Disamping itu kata ( Menyempurnakan Nikmat ) yaitu dengan cara diampunkan dosa dan kesalahan dari apa yang telah kita lakukan. Hal ini sangat bersejalan dengan firman Allah swt kepada nabinya : supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.

Muhammad ibn ka’ab Al Qordzi seorang mufassir mengambil suatu istinbat dari ayat diatas pada kalimat ( menyempurnakan nikmat ) yaitu dengan cara dihapuskannya dari dosa dosa dan segala kesalahan. Hal ini dikuatkan oleh hadistNabi saw yang diriwayatkan dari Muadz bin Jabbal ra, dia pernah mendengar seseorang berdoa dan berkata : Ya Allah, saya meminta nikmat yang sempurna, lalu Rosulullah saw berkata : apakah kamu tau apakah nikmat yang sempurna itu ? lalu orang itu berkata : doa yang saya panjatkan dengannya saya mengharapkan sesuatu yang baik , lalu Nabi berkata : sesungguhnya nikmat yang sempurna itu yaitu bebas dari api neraka dan masuk kedalam surga.

Disamping itu riwayat lain yang mengatakan akan keutamaan wudhu yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Ustman bin Affan ra ketika dia sedang berwudhu lalu berkata : saya pernah melihat Rosulullah saw berwudhu sama seperti wudhu saya ini, kemudian berkata : siapa saja yang berwudhu seperti ini, diampunkan dari dosa yang lalu, maka sholat dan jalannya pun ke masjid merupakan ibadah nafilah

Kesimpulan, hendaklah kita memperbanyak wudhu dan juga menjaganya, karena hal ini merupakan dianjurkan oleh agama. Bahkan ulama ulama terdahulu tatkala hendak melakukan sesuatu beliau selalu mengawali dengan berwudhu. Dari sini kita dapat mengambil manfaat bahwa wudhu itu merupakan amalan yang dapat mengangkat derajat kita disisi Allah swt dan menghapuskan dosa dari segala kesalahan kita. Kita semua berdoa semoga kita termasuk orang yang mendapat nikmat sempurna yaitu dijauhkan dari api neraka dan dimasukan kedalam surga. Amin Wallahua’lam bi showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: